Surat #1
kepada seseorang yang sebaiknya kau.
yogyakarta, 10 januari 2016.
selamat siang, kau.
ini surat pertama yang bisa kaubaca sekaligus surat keempat yang pernah aku tulis untuk kau. tidak ada alasan yang begitu penting yang mengharuskan aku menyampaikan ketiga surat aku sebelum ini. semuanya hanya sama: tentang betapa aku mencintai kau.
kau membuat aku ingin menunjukkan banyak pengibaratan tentang jatuh cinta, tetapi belum satu pun aku temukan yang lebih pantas menganalogikan dengan tepat hebatnya perasaan aku kepada kau. semoga kau tidak demikian, kecuali hanya bila kepada aku.
saat kalimat ini ditulis, keping-keping hujan di luar jatuh terlampau deras. seperti halnya petrichor, aku tak ingin kau hanya hadir pada segala pengakhiran. cinta, sebuah kosakata yang amat tua namun betapa ia memudakan. kita tidak pernah terlalu terlambat untuk jatuh cinta, kecuali kau jenis manusia seperti aku, yang begitu pengecut, dan hanya berani menyimpan serta menimbun surat-surat yang berbentuk segala pengisyaratan.
tetapi tak lebih pandai lagi aku yang mencintai kau, menulis surat ini pun lama sekali. sekarang sudah hampir gelap. dari langit masih merekah sampai hujan, kemudian cerah hingga kini basah lagi. biarlah, di kota kita musim sedang bertapa panjang dengan menyuguhkan berbagai macam dekapan. tetapi sayangnya, kita tak satu pun menjadi bagian dari sepasang rasa dingin yang punya kesempatan untuk saling memeluk.
semoga surat ini menghangatkan kau dari tempat aku yang jauh.
Comments
Post a Comment