Mata-mata yang Mengintai Matamu

dari lubang tikus yang paling tersembunyi atau dada perempuan yang mencipta lubang selepas kekasihnya pergi, di tempat kecil nan rapat mana pun kau juga akan kepayahan dari geledah yang akan mengejarmu sampai mati.

sungguh, mataku pemangsa lapar yang selalu jauh dari segala sinonim kepuasan.

betapa sialnya, hanya kepada matamu mataku menjadi jinak sekaligus liar.

bola matamu yang hitam, yang menyimpan pupil mata penghanyut dan penenggelam, sungguh bidukku selalu karam, di pupil matamu kata-kataku tewas terbenam.

aku pemburu matamu yang ke mana-mana dan kapan saja siaga pistol di tangan, sementara matamu masih berstatus intaian yang selalu luput dari tembakan.

bara dalam mata-mataku kauracuni dengan ramuan yang jadikan ia makin gemetar, seperti telapak tangan yang baru pertama kali menarik pelatuk senapan.

aku akan memburumu sampai kakimu lumpuh dan memaksa pelarian harus dicukupkan, sampai jauh dan kau tersesat di dalam langkah kakimu sendiri.

aku akan meledakkan meriam di matamu dengan segenap sisa rasa nyeri yang tertinggal dari langkah pergimu yang diam-diam.

dan cinta yang membuat aku menitahkan mata-mata untuk menghabisi matamu, sedikit melupakan bahwa ternyata di matamu saja mataku terkunci dan kata-kata tinggallah peluru yang entah kapan dilesapkan.


Jogja, 2016.

Comments

Post a Comment

Popular Posts