Obituari Hati

aku menginjak kepada banyak waktu yang menyusun lorong jalan menuju diammu.

dari pertama bulan malu-malu hingga padam lagi, aku telah menghitung jumlah perpisahan yang berhasil menculik kau dari radarku.

percayalah bahwa kelana ini akan sampai tujuan, dan jangan khawatir kupastikan aku tak akan tersesat kecuali pintu di hatimu sengaja kaututup rapat-rapat.

sebutlah rasa sakit ini kenangan, yang suatu nanti akan menyembuhkanmu dari cinta yang terlalu.

dan ingatlah kepada sebuah ruang yang hampir membusuk, tempat kau lebih dulu melukai dan melukis nyeri seribu kali.

kini cinta hanyalah pusara yang tak mengubur apa-apa, selain kesedihan yang luput dari air mata, dan perasaan patah yang gagal direkatkan tukang las yang selalu membawa api biru menyala.

nama lengkap dan hari lahirmu, menjadi penanda betapa telah tiadanya hati yang dibungkus rapi dadaku.

maka berziarahlah sesekali, dam temukan cintaku telah menjadi obituari yang terlambat kautangisi.


Jogja, 2016.

Comments

Popular Posts