Surat #6

Kepada kau, yang entah di mana
Solo, 20 April 2016.


Sore yang mendung, dan waktu yang menyimpan hujan di kejauhan sana. Di langit yang tak mampu kuterka luasnya, amat jauh di sana, tempat kau dipayungkan gelisah dan sejumlah awan yang membelah-belah.

Sementara aku berdoa saja di sini, untuk kebaikanmu, juga tentang betapa kacau rindu yang menyekapku.

Aku tahu kau akan baik-baik saja. Dan surat ini lebih baik tak pernah dituliskan. Sebab kita terlalu jauh. Kalimat ini tak kan mampu menjangkaumu. Aku ulangi. Kau terlalu jauh. Barangkali memang, kita benar-benar tak pernah terlalu dekat. Dan seberapa jauh engkau sebetulnya?

Tidak akan aku bersumpah untuk melupakanmu. Namun saat ini juga, aku sedang mengusahakannya.

Comments

Popular Posts