Menunggu Lagu Pesanan Diputar
Aku bisa merasakan degup jantungku, namun tidak mampu mendengarnya.
Aku suatu kali dapat merasakan kau hadir di sampingku, meski tanpa mendengar suaramu.
Jarak kita hanyalah udara yang kian hari kian tebal. Membentuk dinding yang kian hari kian tinggi. Menjulang ke langit yang kian hari kian dapat kau perhatikan jika langit mampu kau robek selaputnya.
Di tempat yang hanya terpisah udara denganmu, aku menunggu sebuah lagu diputar di udara. Dengan jantung berdebar-debar. Aku menyelipkan namamu sebagai salam yang satu-satunya. Dan aku menunggu, dalam ketidaksabaran juga kecemasan yang sudah tak mampu menenangkan dirinya sendiri.
Solo, Mei 2016.
Aku suatu kali dapat merasakan kau hadir di sampingku, meski tanpa mendengar suaramu.
Jarak kita hanyalah udara yang kian hari kian tebal. Membentuk dinding yang kian hari kian tinggi. Menjulang ke langit yang kian hari kian dapat kau perhatikan jika langit mampu kau robek selaputnya.
Di tempat yang hanya terpisah udara denganmu, aku menunggu sebuah lagu diputar di udara. Dengan jantung berdebar-debar. Aku menyelipkan namamu sebagai salam yang satu-satunya. Dan aku menunggu, dalam ketidaksabaran juga kecemasan yang sudah tak mampu menenangkan dirinya sendiri.
Solo, Mei 2016.
Comments
Post a Comment