Petang Itu Langit Begitu Muram
Dengan senyuman kau sembunyikan segala yang sebetulnya gagal kau sembunyikan. Mata yang kau tatap adalah mata waktu. Ke mana pun akan menemukanmu. Kau merapatkan tubuhmu ke dalam petang dan menghilangkan dirimu pada kemuramannya.
Aku bisa mendengar suara langit bersahut-sahutan di balik mendung. Aku dapat merasakan rahasia yang terpecah dari jantungmu. Bagai petir di langit yang begitu muram, terlalu mencekam. Dan petang akhirnya menghilangkanmu, entah ke tubuh siapa.
Solo, Mei 2016.
Aku bisa mendengar suara langit bersahut-sahutan di balik mendung. Aku dapat merasakan rahasia yang terpecah dari jantungmu. Bagai petir di langit yang begitu muram, terlalu mencekam. Dan petang akhirnya menghilangkanmu, entah ke tubuh siapa.
Solo, Mei 2016.
Comments
Post a Comment