Surat #7
Untuk seseorang yang sebaiknya kau.
12 Lovember 2016.
12 Lovember 2016.
Apa kabar?
Masihkah aku salah satu yang kabarnya kautunggu-tunggu?
Untuk kau yang ada di kejauhan sana, di tempat asing yang tak terterka mata, aku ingin mengatakan sesuatu. Karena ini amat rahasia, dan bagi aku sangatlah penting, maka boleh aku memohon sesuatu sebelumnya. Tolong tutup pintu kamar kau rapat-rapat usai kau baca kalimat ini. Kemudian duduk atau berbaringlah di ranjang kamar kau. Akan lebih baik atau sebaiknya kaumatikan saja lampu kamar yang masih menyala. Bacalah surat ini pelan-pelan. Dan rasakan aku di samping kau, sambil berbisik bahwa, betapa aku ini sedang rindu. Rindu yang amat berat.
Terima kasih karena kau baru saja mendengar rahasia besar aku, yang kepada kau saja ia ingin diungkapkan. Terima kasih telah memaklumi bahwa aku masih tidak tahu cara mencintai tanpa merindukan. Terima kasih untuk telah hadir, di dalam surat ini kau nyata, rindu kau yang buatnya menyala. Terima kasih, untuk hari yang bahagia.
Selamat, untuk hari ini, dan hari-hari berikutnya yang kita lewati, maka itulah hari di mana kau akan terjebak di dalam puisi-puisi.
Yang rindu kau.
Comments
Post a Comment