Selamat Menua, K!


Untuk pacar keduaku,
selamat ulang tahun.

Kutulis surat ini selembut mungkin agar kau sadar betapa aku juga mampu romantis seperti yang lain. Oleh karena itu kumohon, jangan dulu kau putuskan aku sebelah pihak. Belum siap aku yang lemah tak berdaya dan tak bertujuan ini menanggung status single.
(Note: tahan dulu mualmu, dipersilakan muntah sebanyak mungkin setelah selesai membaca)

Mungkin ini satu-satunya fotomu yang tersisa yang langsung kau jepret dengan ponselku, ponsel yang kubeli bersamamu, menerjang hujan dan dingin kota Jogja, yang tidak terasa—ah, sudah tiga tahun saja rupanya. Lihat wajahmu yang tak berubah, kecuali totol-totol jerawat yang di hari itu kau belum terpikirkan untuk menyembunyikannya dengan concealer dan sedikit sentuhan filter. Layaknya sekarang, layaknya hari ini, saat kau telah menjelma gadis dewasa nan cantik yang tak lagi menari lagu-lagu JKT48.

Tadinya aku ingin mencoba peruntungan mengucapkan selamat ulang tahun di WhatsApp Story supaya aku bisa melihat usahaku setara berartinya dengan mereka yang lebih dulu kau pamerkan di WhatsApp Story-mu. Ada rasa cemburu saat kusadari betapa aku ini tak berbakat menulis kalimat-kalimat manis sebagaimana orang-orang berusaha semanis mungkin hanya untuk mengucapkan dua kata 'happy birthday'. Lalu aku mulai mengetik sesuatu yang akhirnya justru berakhir terlalu panjang. Maka selamat, sepertinya kau orang pertama yang ulang tahunnya kurayakan di dalam blog yang tiada apa-apanya juga ini.

Semoga aku belum terlalu terlambat untuk menjadi bagian dari alasanmu bahagia hari ini. Meski tak lagi kumiliki foto kita berdua, asal kau tahu saja, orang-orang terbaik yang memilih untuk menetap dan tak hanya sekadar singgah akan selalu punya ruang di dalam harapan-harapan baik yang tak henti-hentinya kupinta. Aku selalu bangga karena kau adalah salah satunya.

Terima kasih untuk terus bersedia menjadi seseorang yang selalu kurepotkan. Sebetulnya ada begitu banyak hal yang bisa kusebutkan tentangmu, dan betapa karenanya aku kagum. Ada seribu daya pikat yang bersembunyi di balik sosok gadis kecil yang lugu itu, yang tidak semua orang mampu menejermahkan.

Suatu nanti saat kau menginjak kepala tiga dan telah mulai sibuk dengan anak-anak dan suamimu, berkunjunglah kemari. Barangkali aku tak lagi sempat atau lupa bahwa di hari yang sama seseorang yang luar biasa telah terlahir ke dunia.




Di angkasa sana, di kejauhan
Tempat yang tak ada siapa pun
2019
Ç

Comments

Popular Posts