Tentang Seseorang yang Berteduh dari Kenangan
ketika aku menulis kalimat ini, aku sedang membayangkanmu berbaring memejam membayangkan seseorang yang bukan aku. tiba-tiba aku ingin menjadi payung yang kau rentangkan kala terjebak hujan pada dua dini hari, penuh gigil dan penolakan. sebab pagi tak bersedia terbit lebih awal dari semestinya dan kau terpaksa mengikuti arah arloji menyeret-nyeret jarumnya yang kian melambat. tidak terpikirkan apa pun selain tempat berteduh yang jauh dari kenangan.
dadaku dan langkah kakimu yang tergesa penuh kecipak adalah musik serasi untuk kesunyian yang terlampau riuh dan tak pantas dirayakan. tiba-tiba pula aku ingin menjadi jas hujan yang telah kuyup di tubuhmu meskipun hujan tidak pernah punya rencana ingin berhenti. aku akan menengadah kepada langit dan memohon cuaca buruk dihapuskan sampai waktu yang entah.
aku belum selesai membayangkanmu. mataku telah menjadi basah sebab hujan dua dini hari selalu lebih nyata dari lamunan tentang seseorang yang mencoba melarikan diri dari kenangan.
november, 2019.
Aku gemar sekali berkunjung kesini, sangat sangat mewakili hati, salam kenal kak 😊
ReplyDeletemakasih banyak ya, sering-sering berkunjung, tapi aku sekarang lagi jarang ngepos :(
Delete